Julukan Unik Mobil Toea di Indonesia

Photo by Wes Hicks on Unsplash

Jalanan di Indonesia mulai banyak dipadati mobil sejak masuknya industri ini di era tahun 70 hingga 80an, jauh sebelum generasi milenial lahir, dan juga didominasi oleh merk-merk asal Jepang. Meski tidak sedikit pula pabrikan dari Eropa maupun Amerika yang ikut meramaikan lalu lintas di Indonesia. Diiantara kalian mungkin pernah melihat atau bahkan memiliki mobil kenang-kenangan lawas ini. Namun pernahkah kalian mengetahui kenapa orang-orang sering menyebutnya dengan nama-nama yang cukup unik. Berikut deretan mobil tua dengan berbagai julukannya.

1. Daihatsu Hijet Tuyul

Daihatsu S 38

Entah siapa orang yang pertama kali menyebut mobil ini ‘tuyul’. Ada juga yang menyebut “unyil”. Di Nusantara, sosok tuyul identik dengan makhluk halus berkepala plontos yang bertubuh kecil. Mungkin ada benarnya juga, kalau kita lihat sekilas, mobil ini memang lucu. berukuran mini dengan lekukannya. Apalagi bentuk lampu utama yang bulat nampak seperti mata manusia. Grill depan pun seolah menyesuaikan dengan karakter dasar mobil ini., yang membuat aura tuyul nya lebih keluar. Atau kalian mungkin ada yang pernah melihat sosok tuyul asli bisa comment di bawah yaa..hehe

Kiprah si tuyul berkode S38 ini sudah ada sejak tahun 70an. Yaitu pada 1972 dalam bentuk CBU. Baru pada tahun 1977 diproduksi secara SKD (semi knock down).

Mobil ini menggunakan mesin 2 tak 2 silinder dengan kapasitas 356 cc dengan dua varian yaitu S38P yang berbentuk pick up dan S38V berbentuk mini van.

2. Suzuki Truntung

Truntung adalah sebutan untuk Suzuki Carry dengan kode body ST20 yang merupakan mobil pick up pertama Suzuki yang diproduksi di Indonesia. Pertama kali diproduksi di Jepang pada tahun 1976 dan masuk Indonesia pada tahun 1978. Terdapat dua varian yaitu minibus dan pick up yang sama populernya. Truntung ini memiliki mesin yang sedikit lebih besar dari si tuyul yaitu 550cc 3 silinder namun sama-sama menggunakan dua langkah piston.

Adapun nama Truntung berasal dari gambaran suara mesinnya yang terdengar seperti Trungtung..tung..tung.. yang disertai dengan asap khas mesin 2 tak.

3. Jimny Jangkrik

Jimny Jangkrik

Kecil, kompak, ringan namun handal di medan off road , itulah sebab penamaan mobil berkode LJ80 ini. Ada juga yang menyebutkan asal mula julukan jimny jangkrik terinspirasi dari karakter kartun Walt Disney Jiminy cricket yang berwujud jangkrik. Meluncur perdana di Indonesia pada tahun 1979, jimny jangkrik ini hadir dalam berbagai macam tipe. Versi hardtop seperti yang dirakit Suzuki di Indonesia memiliki kode LJ80V. Versi kanvas atau soft top yang berkode LJ80Q, Kemudian ada versi tanpa atap atau cab chassis dengan windshield yang bisa dimiringkan memiliki kode LJ80. Terakhir ada versi pick up dengan kode LJ81.

Karena memiliki body yang cukup compact, jimny jangkrik ini hanya menggunakan mesin 4 tak 4 silinder dengan kode F8A berkapasitas 797 cc.

Ada beberapa julukan yang disandang mobil ini. Misal jimny kotrik, jimny kodok, dan sebagainya. Kalau di Jerman, karena konsonan J dibaca Jot, maka LJ80 dikenal dengan nama ElJot.

Sementara di bagian Eropa lain, mobil ini dipanggil Suzuki Jimny 8.

4. Kijang Buaya

Kijang Buaya

Sudah ber dekade lamanya kijang menjadi mobil legenda Indonesia. Mobil yang awalnya merupakan singkatan dari Kerjasama Indonesia-Jepang ini sampai sekarang masih beredar di jalanan kita. Mobil ini pertama kali diperkenalkan pada tanggal 9 Juni 1977.

Toyota Kijang generasi pertama ini dikenal dengan julukan Kijang Buaya. Julukan itu muncul karena kap mesin yang dapat terbuka secara penuh. Ketika kap mesin terbuka, tampangnya lebih mirip dengan buaya yang sedang membuka mulutnya.
Engsel pintunya tampak dari sisi luar. Kaca spion menempel di bagian depan, bukan di pintu. 
Kijang Generasi 1 dengan kode KF10 ini menggunakan mesin tipe 3K berkapasitas 1.200 cc sama seperti Corolla, dengan transmisi 4 percepatan. Selain itu, buaya ini mempunyai 2 varian, yaitu pick up dan minibus.

5. Taft Kebo

Taft Kebo

Taft kebo adalah julukan dari Daihatsu taft F50 yang diluncurkan pada tahun 1979. Mobil ini memakai sasis dan bodi yang sama dengan taft F10, tapi mesinnya sudah memakai diesel dengan kode DG (4 silinder 2.530 cc) dengan transmisi 4 percepatan. Mesin ini sanggup mengeluarkan tenaga 74 hp pada 3600 rpm dan torsi 172 Nm pada 2200 rpm

Asal mula sebutan kebo karena hadirnya logo gambar kepala kerbau di pintu belakang Daihatsu Taft F50. Gambar kepala kerbau ini juga dipakai dalam materi iklan, promosi, dan brosur Daihatsu Taft F50 di Indonesia.

Julukan ini klop dengan imej Daihatsu Taft F50 yang tahan banting, irit, dan tidak rewel.

Reputasi ini diperoleh Taft Kebo berkat rekam jejaknya yang banyak dipakai instansi pemerintah sebagai kendaraan operasional atau dinas di berbagai proyek di Indonesia.

6. Mercy Barong

Mercy Barong

Buyut nya S klas ini diproduksi mulai tahun 1972 hingga tahun1980.

Asal muasal darimana penamaan Mercedes-Benz W116 ini terdapat beberapa versi. Ada yang bilang julukan ‘Mercy Barong’ diambil dari ukuran tubuhnya yang bongsor dan juga ukuran kaca depannya yang lebar dan besar bak sosok barong asal Bali. Namun ada juga yang bilang sebutan ‘Barong’ berasal dari bentuk dan ukuran grille Mercedes-Benz W116 yang besar dan bergaris tegas bagaikan bentuk mulut barong Bali yang bertaring. Namun tetap saja mercy ini menawarkan kemewahan pada jamannya dan juga identik dengan orang-orang borjuis. Sampai saat ini, mercy barong menjadi barang primadona dan banyak dicari oleh kolektor mobil-mobil klasik.

7. Kijang Doyok

Kijang Doyok

Mobil selanjutnya berasal dari keluarga kijang lagi namun dengan kode KF20. Produksinya dimulai pada tahun 1981 hingga 1986, generasi setelah kijang buaya. Julukan kijang ini terinspirasi dari tokoh kartun Doyok yang sering diceritakan dalam koran Pos Kota. Karakter Doyok diciptakan oleh mendiang Keliek Siswoyo yang dikenal memiliki kepribadian yang kocak. Wajahnya unik dengan bentuk bibir mancung mirip dengan bodi depan mobil Kijang tersebut. Untuk dapur pacunya, Toyota memasang mesin 4K 1.300cc 4-silinder OHV dan diteruskan melalui transmisi manual 4-percepatan.

8. Crown Lele

Crown Lele

Mobil Toyota selanjutnya yang masuk dalam daftar mobil dengan julukan unik adalah Toyota crown. Si lele ini merupakan generasi ke 4 dari keluarga Crown dengan platform S60. Mobil ini memulai produksinya pada Februari 1971 dan diakhiri pada September 1974.

Lalu mengapa disebut crown lele? Hal ini karena bagian depan mobil ini terlihat lebih menggembung, yang dinilai mirip dengan wajah lele yang pipih. Selain itu, di bagian samping bumper depan terdapat garis yang seakan terlihat seperti sungut lele.

9. VW kodok

VW Kodok Photo by Martin Katler on Unsplash

Untuk mobil yang satu ini tidak dapat diragukan lagi popularitasnya. Dari jaman orang tua kita dulu, bahkan anak-anak sekarang. Antusiasme penikmat mobil klasik masih eksis hingga kini walaupun sudah tidak diproduksi lagi pada tahun 2003 semenjak kemunculannya pada 1938. Mobil dengan nama asli VW beetle ini merupakan salah satu mobil yang paling mudah dikenal di dunia, dikarenakan oleh bentuknya yang khas, bunyinya yang unik, dan kehandalannya. Selain itu, bentuk mobil yang mirip lekukan tubuh kodok membuat VW disebut mobil kodok.

10. Datsun Curut

Datsun Curut

Mobil keluaran Nissan Motor Company ini mungkin tidak sepopuler mobil-mobil sebelumnya. Namun sebutannya tidak kalah unik lho. Datsun Curut memiliki nama asli Datsun 120Y. Gabungan angka dan huruf tersebut membuat orang-orang sulit mengingatnya. Nah, dari kesulitan itu orang-orang membuat sebutan Curut, ya..tikus mungil ini memiliki mata bulat dan mulut yang tajam. Moncongnya curut juga sama dengan milik Datsun.

Mobil Datsun tua ini merupakan generasi ke-3 dari Nissan Sunny yang diproduksi antara tahun 1973 sampai 1977. Untuk ekspor ke luar negeri, Nissan menamakan Sunny ini dengan nama Datsun 210 atau Datsun 120Y, 140Y, 160Y tergantung dari kapasitas mesinnya.

Itulah 10 nama unik mobil-mobil toea yang pernah mengaspal di jalanan Indonesia.

O iyaa.. kalau kalian ada yang ingin menambahkan, tinggalkan komentar di bawah yaa..

Terima kasih..

Latest posts by Firman Dwi (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *